English    Русский   

Hubungan Bilateral Rusia-Indonesia

HUBUNGAN RUSIA-INDONESIA

Rusia (pada masa itu Uni Soviet) menjalinkan hubungan diplomatik dengan Republik Indonesia pada tanggal Februari 3, 1950.

Pada tahun 2003 dalam rangka kunjungan Presiden Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri ke Rusia ditandatangani Deklarasi Tentang Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia pada abad ke-21. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Rusia pada tahun 2006, dan Presiden Rusia Vladimir V.Putin melawat Indonesia pada tahun 2007.

Dialog politik di tingkat tinggi sedang berkembang secara dinamis. Pertemuan bilateral presiden Rusia dan Indonesia telah dilakukan pada tanggal November 12, 2011 di sela-sela KTT APEC di Honolulu dan Juni 20, 2012 di sela-sela KTT “Kelompok 20” di Los Cabos. Vladimir V.Putin dan Susilo Bambang Yudhoyono telah mengadakan perbincangan singkat di sela-sela KTT APEC di Vladivostok pada tanggal 8 September 2012.

Pada Maret 12, 2012 Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembicaraan teleponnya dengan Vladimir V.Putin mengucapkan selamat kepada beliau atas kemenangannya dalam pemilu Presiden Federasi Rusia. Pada Mei 10, 2012 Vladimir V.Putin menyampaikan belasungkawanya sehubungan dengan kecelakaan pesawat Rusia “Sukhoi Superjet 100” dan tewasnya warganegara Indonesia yang menumpangi pesawat tersebut (pesawat Rusia itu jatuh selama penerbangan demo di wilayah yang berdekatan dengan Jakarta, semua 45 penumpang termasuk 8 warganegara Rusia tewas).

Hubungan antarparlemen Rusia-Indonesia bersifat cukup erat. Pada tahun 2011 diadakan kunjungan Ketua DPR RI Marzuki Alie ke Rusia.

Kontak-kontak antara kementerian luar negeri kedua negara dilakukan secara reguler. Pada tahun 2010 Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa melawat Moskow. Pada tahun 2011 menteri luar negeri Rusia dan Indonesia mengadakan pertemuan di sela-sela Forum Regional ASEAN (ARF) di pulau Bali (Indonesia). Pada bulan September 2012 mereka juga bertemu di sela-sela Prtemuan Menteri Luar Negeri APEC di Vladivostok. Pada tanggal Februari 15 dan Juni 28, 2012 diadakan pembicaraan telepon antara Sergey V.Lavrov dan Marty Natalegawa mengenai masalah Suriah.

Pemberantasan terorisme internasional adalah salah satu bidang penting dalam hubungan kedua negara. Pihak Indonesia sudah tiga kali ikut serta dalam pertemuan Utusan Tingkat Tinggi yang berurusan dengan isu keamanan (kota Sochi, 2010; kota Ekaterinburg, 2011; kota Sankt Petersburg, 2012). Pada tahun 2011 dan 2012 di acara tersebut delegasi Indonesia dikepalai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Djoko Suyanto. Pada Oktober 2011 diadakan kunjungan resmi Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolay P.Patrushev ke Indonesia.

Pada November 2010 di Moskow diselenggarakan sidang pertama Panitia  Kerja Rusia dan Indonesia di Bidang Pemberantasan Terorisme. Sidang kedua Panitia Kerja ini diadakan di pulau Bali pada Maret 2012.

Hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara sedang berkembang secara dinamis. Menurut data Dinas Bea Cukai Federasi Rusia pada tahun 2011 volume perdagangan Rusia-Indonesia mencapai 2,17 milyar dolar AS (bertambah 13% jika dibandingkan dengan tahun 2010). Ekspor mencapai 640 juta dolar AS, impor mencapai 1,53 milyar dolar AS. Pada paruh pertama tahun 2012 neraca perdagangan cenderung menjadi rata-rata, sementara pada tahun-tahun sebelumnya saldo positif dimiliki pihak Indonesia.

Sebagian besar dari ekspor Rusia adalah pupuk (44,3%), bahan-bahan energi (27,9%), wahana penerbangan (8,8%) dan logam hitam (5,4%). Dasar impor Rusia – lebih dari 50% – adalah barang-barang pangan dan bahan mentah pertanian, antara lain lemak dan minyak nabati dan hewani termasuk minyak sawit, kopi, teh, kakao dan produk dari kakao, produksi industri elektronik dan elektroteknik – 12,9%, karet dan produk dari karet – 9,7%, sepatu – 7,1%.

Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama di bidang Perdagangan, Ekonomi dan Teknik sedang berfungsi dengan baik. Sebagai hasil pertemuan tingkat tinggi Rusia-Indonesia di Jakarta (Oktober 2011) ditandatangani suatu protokol di mana telah tercantum kesepakatan untuk meningkat tingkat keketuaan bersama di Komisi ini sampai tingkat wakil perdana menteri. Sidang Komisi Bersama ke-8 yang diketuai oleh ketua-ketua baru diselenggarakan di Moskow tanggal 25 Juni 2012. Telah diajukan tujuan untuk meningkat volume perdagangan bilateral sampai 5 milyar dolar AS menjelang tahun 2015. Pada tahun 2011 diluncurkan dialog di bidang perdagangan dan investasi di tingkat Menteri Pengembangan Ekonomi Rusia dan Menteri Perdagangan Indonesia.

Soal-soal promosi kerjasama bilateral telah dibahas selama perundingan Menteri Pengembangan Ekonomi Rusia A.R.Belousov dengan Menteri Perdagangan Indonesia G.Wiryawan di sela-sela acara forum APEC di kota Vladivostok pada tanggal September 6, 2012.

Proyek-proyek bersama di bidang infrastruktur sedang dikerjakan: pada bulan Februari 2012 pemeritah provinsi Kalimantan Timur dan perusahaan “Kalimantan Rail” yang mewakili JSC “Russian Railways” telah menandatangani MoU tentang pembangunan rel kereta api dan obyek-obyek infrastruktur terkait di Kalimantan Timur.

JSC “Norilsk Nickel” sedang mengerjakan peluang untuk pembangunan pabrik peleburan (copper smelter) tembaga, kapasitas produksinya akan sampai 400 ribu ton per tahun. Pabrik ini dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2017.

Kerjasama di bidan antariksa juga sedang dikembangkan. Pada tahun 2000 satelit Indonesia “Garuda-1” telah diluncurkan menggunakan roket buatan Rusia. Rencana kerjasama Rusia-Indonesia jangka menengah di bidang antariksa untuk tahun-tahun 2011-2015 tercantum peluang-peluang untuk mengatur produksi peralatan satelit bersama, kerjasama dalam penggunaan sistem GLONASS. Kedua pihak sedang mempelajari peluang untuk melaksanakan proyek “AirLaunch”, yang merupakan proyek pembangunan pusat penerbangan dan antariksa di Pulau Biak (Provinsi Papua) untuk peluncuran satelit dengan menggunakan pesawat transporter berat “Ruslan”. Pada tanggal 2012 JSC “Information Satellite Systems – Reshetnev Company” sesuai dengan kontrak dengan PT Telkom telah membangun satelit telekomunikasi “Telkom-3”. Setelah diluncurkan pada tanggal Agustus 7, 2012 dari Baikonur Cosmodrome satelit ini gagal untuk masuk orbit yang diperlukan karena masalah teknis.

Pada tahun 2011 Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia tentang Kerjasama Penggunaan Energi Atom untuk Maksud Damai mulaiberlaku.

Padatahun2012 perusahaan“SukhoiCivilAircraft” dan“KartikaAirlines” telahmenandatanganikontrakpembelian 30 pesawat Sukhoi Superjet 100 senilai 950 juta dolar AS. “Sky Aviation” telah menandatangani kontrak pembelian          12 pesawat lagi senilai 379 juta dolar AS.

Kedua pihak juga mengembangkan kerja sama di bidang teknik militer. Persetujuan antara Pemerintah Rusia dan Pemerintah Indonesia tentang kerja sama teknik militer mulai berlaku pada bulan Mei 2012. Pada tahun 2008 pihak Rusia memberi kepada pihak Indonesia kredit negara sebesar satu milyar dolar AS untuk pembelian peralatan militer buatan Rusia. Dalam rangka kerja sama teknik militer Rusia memasok pesawat-pesawat tempur “Su”, helikopter-helikopter, kendaraan tempur lapis baja dan peralatan militer yang lain untuk Angkatan Bersenjata Indonesia.

Pada tahun-tahun terakhir kapal-kapal Armada Pasifik Rusia secara berkala berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan Jakarta, Surabaya dan Makassar. Pada tahun 2011 dan 2012 angkatan laut Rusia dan Indonesia telah melaksanakan latihan anti-pirat bersama.

Pihak Rusia telah berpartisipasi dalam eliminasi konsekuensi tsunami dan gempa bumi (2004-2005), pemadaman api di hutan di pulau Kalimantan dan Sumatra (2006). Pada tahun 2009 Rusia telah membantu membersihkan kerusakan dan mencari korban-korban akibat gempa bumi yang kuat di pulau Sumatra.

Pekan kebudayaan Rusia telah diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2009, dan pekan kebudayaan Indonesia digelar pada tahun 2010 bertepatan dengan perayaan 60 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

Pada bulan Juni tahun 2009 kedua pihak untuk pertama kali menggelar acara dialog antaragama yang bertema “Kehidupan damai di masyarakat plural: pelajaran-pelajaran Rusia dan Indonesia”. Acara seperti itu diselenggarakan secara berkala setiap tahun.

Pemerintah Federasi Rusia setiap tahun memberi beasiswa kepada warga-warga Indonesia untuk di universitas-universitas Rusia. Pada tahun 2012-2013 mahasiswa-mahasiswi Indonesia mendapat 50 beasiswa dari pihak Rusia. Sekarang jumlah warga Indonesia yang belajar di Rusia sekitar 140 orang.

Pada tahun 2011 Indonesia dikunjungi oleh 90,000 wisatawan Rusia. Pada bulan Februari tahun 2009 Rusia melantik konsul kehormatannya di pulau Bali. Maskapai penerbangan Rusia “Transaero” mengadakan flight Moskow - Denpasar (pulau Bali) – Moskow (1-2 kali per minggu tergantung pada musim), “Aeroflot” – satu kali dalam 10 hari.